Ligue 1: PSG Dipermalukan di Kandang Sendiri! Nice Bungkam Les Parisiens 3-1 di Parc des Princes
Oke, kita mulai dari sini dulu ya — PSG yang udah resmi jadi juara Ligue 1 musim ini ternyata tetap lapar kemenangan. Tim asuhan Luis Enrique pengennya tutup musim dengan gaya: tak terkalahkan. Tapi, hey, hidup nggak selalu semanis itu, kan?
Mereka menjamu OGC Nice di Parc des Princes, Kamis malam yang penuh ekspektasi. Tapi apa yang terjadi? Alih-alih pesta kemenangan, yang datang malah tamu tak diundang yang bawa malapetaka: kekalahan 3-1, bro!
Nice datang bukan cuma buat main-main. Mereka punya misi — mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan. Dan, mereka tampil seolah-olah hidup mereka tergantung di pertandingan ini. Semangat juang mereka? Gila-gilaan.
Dominasi PSG yang Gagal Berbuah Manis
Awal laga? PSG main seperti biasanya — nguasain bola, sabar, dan tajam di depan. Salah satu momen nyaris gol datang dari kaki Khvicha Kvaratskhelia. Pemain asal Georgia ini lepas dari penjagaan dan melepaskan tendangan tajam. Tapi, Marcin Bulka, kiper Nice, tampil gemilang. Refleksnya mantap banget, dan skor tetap 0-0.
Tapi jangan salah, meskipun PSG kelihatan dominan, Nice juga bukan tim yang cuma nunggu diserang. Mereka punya rencana, dan sabar nunggu momen.
Gol Pembuka dari Sanson yang Bikin Kaget
Boom! Menit ke-34, kejutan datang dari tim tamu. Badredine Bouanani ngasih umpan terobosan jenius yang bikin pertahanan PSG kelabakan. Morgan Sanson langsung berhadapan one-on-one sama Gianluigi Donnarumma dan nggak nyia-nyiain kesempatan.
Sanson nyetak gol lewat sepakan pertamanya dan… Parc des Princes langsung sunyi. Para suporter tuan rumah jelas nggak nyangka.
Dembélé dan Fabián Ruiz Bikin Harapan Muncul Lagi
Tapi PSG bukan tim yang gampang tumbang. Nggak butuh waktu lama buat mereka nyamakan skor. Cuma tujuh menit berselang, Ousmane Dembélé — yang hari itu tampil kaya mesin — ngasih umpan chip cerdas ke dalam kotak penalti.
Fabián Ruiz dengan timing yang pas menyambut bola dan ngegolin lewat kaki kirinya. Gol yang keren, gol yang bikin fans sempat merasa, “Oke, kita bisa menang nih!”
Babak Kedua Baru Jalan, Eh… Gol Lagi dari Nice!
Kalau kamu pikir PSG bakal comeback dan lanjut ngegas, kamu salah. Baru juga babak kedua dimulai, Nice langsung ngegas lagi.
Jonathan Clauss ngirim umpan silang dari kanan, dan… lagi-lagi Morgan Sanson jadi mimpi buruk PSG. Dia menyambut bola dengan tendangan akrobatik — gaya banget — dan masuk! Dua tembakan on target, dua gol buat Sanson. Efisien? Banget!
PSG Gagal Bangkit, Nice Kunci Kemenangan
PSG bukannya nggak nyoba. Mereka terus ngepung pertahanan Nice. Warren Zaïre-Emery sempat punya peluang emas, tapi tendangannya diblokir total sama lini belakang Nice yang disiplin banget.
Dan ketika waktu tinggal 20 menit, Nice ngasih pukulan pamungkas. Bouanani lagi-lagi bikin perbedaan. Lewat tendangan bebas ke kotak penalti, Youssouf Ndayishimiye menyambut bola dengan sundulan maut yang nggak bisa ditahan Donnarumma.
3-1, dan pertandingan seperti ditutup rapat oleh Nice. PSG? Habis akal.
Fokus PSG Beralih ke Liga Champions
Dengan hasil ini, mimpi musim tak terkalahkan PSG resmi kandas. Tapi jangan khawatir, mereka masih punya dua laga besar yang menanti.
Pertama, semifinal Liga Champions lawan Arsenal — laga yang bakal jadi ujian besar buat Luis Enrique dan pasukannya. Kedua, final Coupe de France melawan Stade de Reims.
Jadi, meskipun kalah di kandang, perjalanan PSG belum berakhir. Mereka tetap dalam jalur untuk menutup musim dengan lebih dari satu trofi. Tapi malam di Parc des Princes itu? Jelas jadi pengingat kalau dominasi nggak menjamin kemenangan.
Nice, Si Kuda Hitam yang Nggak Boleh Diremehkan
Oh, dan ngomongin soal Nice — tim ini patut dikasih kredit lebih. Mereka main dengan kepala dingin, strategi yang jelas, dan eksekusi yang brilian. Sanson dan Bouanani jadi bintang malam itu, sementara Marcin Bulka di bawah mistar tampil luar biasa.
Kemenangan ini ngebawa Nice kembali ke zona Liga Champions. Dan mereka kelihatan siap banget buat tantangan di level Eropa musim depan.
Penutup: Malam Pahit, Tapi Bukan Akhir Dunia
Buat PSG, ini mungkin malam yang pahit. Tapi ini juga jadi kesempatan refleksi, buat benerin kelemahan sebelum lawan Arsenal. Untuk Nice, ini malam emas. Malam yang mungkin mereka kenang selamanya.
Sepak bola selalu punya cara bikin kejutan, dan pertandingan ini buktinya. Dan hey, siapa yang nggak suka drama seperti ini?
Kalau kamu fans PSG, jangan terlalu larut dalam kecewa. Tapi kalau kamu fans Nice… selamat! Malam itu milikmu.
